Jumat, 12 Juni 2009

Bahasa Sunda tidak oleh Orang Sunda

Bahasa Sunda merupakan bahasa yang diciptakan dan digunakan oleh orang Sunda dalam berbagai keperluan komunikasi kehidupan mereka. Tidak diketahui kapan bahasa ini lahir, tetapi dari bukti tertulis yang merupakan keterangan tertua, berbentuk prasasti berasal dari abad ke-14.
Judul yang menjadi tema pembahasan pada saat ini adalah mengenai penggunaan bahasa sunda pada saat sekarang. Dapat dikatakan bahwa bahasa Sunda yang menjadi warisan nenek moyang di tataran sunda mulai dilupakan oleh orang sunda sendiri karena berbagai hal, baik itu arus global yang berbau kebarat-baratan hingga hal-hal lain yang membuat bahasa ini sangat sering untuk dilupakan atau tidak digunakan dengan kaedah sebenarnya yang sesuai dengan aturan bahasa Sunda. Hal ini terbukti dari data pemerintah kabupaten Garut yang menjadi salah satu cikal-bakal perkembangan budaya Sunda termasuk bahasanya.

Kesenian Sunda yang mulai luntur

video

Sekretaris Daerah (Sekda) Garut Wowo Wibowo menyatakan , kalangan pelajar dan pemuda di daerahnya kini semakin kurang bahkan tergolong langka bertutur bahasa sunda dalam berkomunikasi sehari-hari.

“Bahkan penggunaan bahasa ibu di seluruh Provinsi Jawa Barat tersebut tergolong kurang terutama dikalangan anak muda,” katanya pada peringatan bahasa ibu internasional di gedung Bale Paminton Garut.

Kondisi kaula muda Garut-pun dinilai lebih bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar sehari-harinya dibandingkan dengan bertutur bahasa sunda.

Sedangkan penyebabnya juga antara lain peran orang tua dan kalangan pendidik hingga kini masih menomor duakan penggunaan bahasa daerah atau bahasa sunda, mengakibatkan semakin kurangnya penggunaan bahasa itu.

Bahkan dengan kian pesatnya perkembangan jaman juga ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak kalangan orang tua yang enggan mengajarkan anaknya berbahasa sunda, mereka berasumsi gengsi bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan bahasa sunda, katanya.

Diharapkan agar lingkungan keluarga bisa berperan membangun rasa dan nuansa kedaerahan terhadap putra putrinya, supaya produk budaya daerah termasuk penggunaan bahasa sunda tidak mengalami kepunahan.

Sementara itu sebagai upaya nyata pemerintah, melalui Dinas Pendidikan akan dilakukan pengembangan metode dengan harapan seluruh anak didik pada setiap sekolah bisa dan mahir berbahasa sunda, tegas Wowo Wibowo.

Perhelatan tersebut juga disemarakan rangkaian kegiatan pameran lukisan dan foto, pembacaan sajak sunda, lomba dongeng serta atraksi menarik lainnya, digelar Dewan Kesenian Garut serta kalangan theater.